Malaysia — Universitas Adhyaksa kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional melalui partisipasi mahasiswanya dalam Student Exchange Programme (SEP) yang diselenggarakan oleh ALSA Universiti Malaya Local Chapter bekerja sama dengan Universitas Adhyaksa. Program yang berlangsung pada 23–29 April 2026 di Kuala Lumpur dan Melaka, Malaysia, ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring internasional, serta memahami dinamika hukum dalam konteks global.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Haikal Adha, salah satu mahasiswa Universitas Adhyaksa, berhasil meraih penghargaan The Best Delegate of ALSA Universiti Malaya Student Exchange Programme 2026. Pencapaian ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa Universitas Adhyaksa dalam berkompetisi dan menunjukkan kualitas akademik di lingkungan internasional.
Program pertukaran mahasiswa ini diikuti oleh sepuluh delegasi Universitas Adhyaksa yang terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan budaya seperti Amanda Dwi Kusuma Arifia, Jihanaifah Islami Salsabila, Muhammad Haikal Adha, Qahrema Ikram, Rachel Costa Monica Ansanay, Tasya Berliana Chintya, Zahra Febrianti, Kayla Agisna Azkiya, Fajar Islami, dan Neyla Julieta Manurung. Selama pelaksanaan program, para peserta mengikuti sesi pembelajaran, diskusi hukum internasional, studi kasus, kunjungan kelembagaan, hingga pertukaran budaya bersama mahasiswa dari berbagai negara.
Salah satu agenda utama dalam program ini adalah sesi akademik bertema “From Trafficking to Confinement: The Second Cage” yang disampaikan oleh Dr. Haezreena Begum Abdul Hamid dari Universiti Malaya. Berbagai topik dibahas, mulai dari perlindungan korban, peran aparat penegak hukum, perkembangan teknologi digital dalam kejahatan lintas negara, hingga upaya penanggulangan tindak pidana pencucian uang melalui aset digital dan cryptocurrency. Selain mengikuti kuliah umum, para delegasi juga berpartisipasi dalam kegiatan Academic Explorace yang menguji kemampuan analisis hukum melalui studi kasus perdagangan orang. Peserta diminta mengidentifikasi permasalahan hukum, menganalisis ketentuan peraturan perundang-undangan Malaysia, serta menyusun rekomendasi penyelesaian berdasarkan pendekatan hukum yang komprehensif. Kegiatan ini menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, riset hukum, kerja sama tim, dan keterampilan presentasi mahasiswa.


Sebagai bagian dari rangkaian program, para peserta juga melakukan kunjungan ke sejumlah institusi dan lokasi penting di Malaysia, termasuk Palace of Justice, Muzium Negara, serta berbagai situs bersejarah di Melaka. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai sistem hukum, sejarah, dan budaya Malaysia sebagai negara tetangga yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia.
Partisipasi dalam Student Exchange Programme ini mencerminkan komitmen Universitas Adhyaksa dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar lintas negara. Program semacam ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membentuk kemampuan adaptasi, komunikasi global, dan pemahaman lintas budaya yang semakin dibutuhkan di era modern.
Prestasi yang diraih Muhammad Haikal Adha menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika Universitas Adhyaksa sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing dan berprestasi di tingkat internasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan akademik, organisasi, maupun program internasional.
Ke depan, Universitas Adhyaksa akan terus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam berbagai forum internasional sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang berwawasan global, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi perkembangan hukum dan masyarakat.






